Students Ambassador

Tentang I Gst Ag Made Okabrata

SMKN 3 denpasar

Kingston International College

Bekerja

 

Cerita saya bermula ketika NIEC datang ke sekolah untuk memberikan informasi tentang pendidikan di luar negeri. Saat itu, saya hanyalah siswa biasa yang belum berfikir untuk meninggalkan zona nyaman hidup saya. Tidak pernah terbesit sedikitpun untuk pergi keluar negeri dan meninggalkan segala kenyamanan yang telah saya nikmati. Suatu hari saya menyadari bahwa kenyamanan tidak akan bertahan lama, saya tidak bisa hanya terdiam di zona ini, saya masih punya tanggung jawab yang besar untuk membahagiakan keluarga saya. Saat itu saya mengambil jurusan tata boga dan kakek saya memberikan suatu kalimat yang mengecewakan namun sekaligus menjadikan motivasi untuk saya ketika beliau mengatakan bahwa profesi seorang koki tidak ada apa apanya di bali dan saya hanya akan menjadi staf selamanya.Saya ingin membuktikan bahwa saya bisa lebih dari itu. Setelah melewati segala prosesnya di NIEC, akhirnya pada bulan September, visa saya diterima. Saya pun berangkat ke Perth Australia meninggalkan keluarga dan semua kenyamanan yang telah saya rasakan. Hidup sendiri di negara asing tidaklah mudah pada awalnya. Perjuangan demi perjuangan saya lakukan termasuk dalam mencari pekerjaan. Semua berbuah manis, hingga sekarang saya pun telah mendapatkan sponsor dari perusahaan tempat saya bekerja setelah menyelesaikan pendidikan saya selama 2 tahun.

I Gst Ag Made Okabrata
Australia

Tentang Putu Bagus Ary Bhagaskara

SMKN 3 Denpasar

Arbutus College

 

Neale Donald mengatakan bahwa kehidupan dimulai pada akhir masa nyamanmu. Ketika membaca quotes ini saya bertanya pada diri sendiri : Apakah yang telah saya lakukan yangtidak nyaman namun membantu saya untuk berkembang?

Belajar diluar negeri adalah salah satunya, meninggalkan keluarga, teman, saudara sangatlah berat. Saat memulai kehidupan di Canada, apakah mudah ? tentu saja tidak. Apakah menantang? Sudah pasti iya. Saya menerima berbagai penolakan saat melamar pekerjaan. Walaupun begitu saya tidak menyerah, terus belajar dan terus mencoba. Pada akhirnya saya mendapatkan pekerjaan pertama saya dan bahkan slip gajinya pun masih saya simpan karena hal itu mengingatkan saya tentang pencapaian kecil dalam hidup. Setiap orang memiliki cerita nya masing-masing, tanpa terkecuali dirimu sendiri.

Pt Bgs Ary Bhagaskara Kanada

Tentang Ni Putu Wina Regita Dewi

SMAN 2 Denpasar

Arbutus College

Ketika saya masih SMA  kelas 11, saya berfikir untuk melanjutkan pendidikan di Indonesia tetapi orang tua saya justru menawarkan untuk kuliah ke luar negeri. Tentu saja saya menyambut baik hal tersebut. Saya ingin bertemu dengan orang-orang baru, menemukan jati diri dan yang paling penting saya ingin hidup mandiri tanpa membebani orang tua. Proses untuk sekolah di luar negeri tidaklah mudah bagi saya. Dua kali menerima penolakan di Australia membuat saya sangat down dan ingin menyerah. Namun, orang tua selalu memberikan semangat hingga saya tidak takut untuk mencobanya lagi. Suatu hari ketika melakukan riset di internet,  saya menemukan NIEC di google. Tanpa berfikir panjang saya langsung menghubungi dan pergi ke kantor NIEC bersama orang tua saya. NIEC sangat membantu saya dalam banyak hal, dimulai dari pemilihan negara, pendaftaran sekolah hingga visa. Saya memutuskan untuk pergi ke Canada, walaupun sempat tidak mendapatkan persetujuan dari ayah saya, namun saya tetap berusaha meyakinkan beliau hingga pada akhirnya ayah saya mengijinkan. Akhirnya visa saya diterima dan sampai dengan selamat di Canada pada bulan Januari 2018. Sesampainya di Canada, saya sangat berjuang keras untuk beradaptasi ditambah lagi Bahasa inggris saya yang kurang bagus. Namun, itulah proses, sekarang saya sudah beradaptasi dengan baik, memiliki banyak teman, pekerjaan yang bagus, sekolah saya juga berjalan dengan lancar. Point penting dalam cerita saya adalah “Jangan Menyerah” dan berjuang untuk sesuatu yang kita inginkan.

 Ni Pt Wina Regita Dewi
Kanada

Tentang I Nengah Budiartawan

SMKN 3 Denpasar

Canadian College

 

Alasan utama saya untuk pergi keluar negeri adalah untuk membuat orang tua saya bahagia. Suatu hari saya sangat ingin mnegajak mereka ke luar negeri untuk menikmati hidup dan tidak terus bekerja sampai usia senja. Proses untuk kuliah di Canada tidaklah mudah bagi saya. Mengalami penolakan visa di Australia pernah saya alami sebelum pada akhirnya saya memilih Canada sebagai tempat saya untuk belajar. Proses pengurusan visa saya ke Canada memakan waktu selama 4 bulan dan saya menikmati proses tersebut karena saya yakin usaha yang keras pasti akan membuahkan hasil. Doa saya terkabul, visa saya ke Canada pun diterima. Bagi saya, hidup di Canada tidaklah sulit karena Vancouver saya rasakan sangat mirip dengan bali dimana kita dengan mudahnya dapat menemukan makanan Asia dan barang barang Asia karena banyak orang Asia yang hidup di Vancouver. Tidak lupa juga saya mengucapkan terimakasih untuk NIEC yang sudah sangat membantu dalam mewujudkan impian saya sekolah ke luar negeri. Saya berharap NIEC bisa menjadi konsultan pendidikan yang terbaik di dunia.

  I Nengah Budiartawan
Kanada

Tentang I Made Andi Purwita

STP Nusa Dua Bali

Canadian College

Saya sudah tertarik untuk sekolah di luar negeri sejak duduk di bangku SMK. Namun saat
itu orang tua masih memiliki permasalahan biaya serta masih memiliki kekhawatiran jika
saya sekolah ke luar negeri yang mengakibatkan orang tua tidak mengijinkan saya untuk
melanjutkan ke luar negeri. Akhirnya saat itu saya memutuskan untuk melanjutkan
kuliah di STP Nusa dua bali dengan mengambil jurusan Diploma 2 Front Office selama 2
tahun. Setelah lulus, saya bekerja di Hotel Bintang 5 di daerah kuta selama 1 tahun 3
bulan sebagai Reservation Officer. Mimpi saya untuk sekolah ke luar negeri masih besar,
saat itu saya menyisihkan sebagian gaji setiap bulannya ditambah lagi dengan cerita
teman teman yang sudah melanjutkan diluar negeri yang membuat saya semakin
bersemangat. Saya pun mulai mencari informasi dan setelah bertanya ke beberapa
teman yang sudah disana, mereka menyarankan saya untuk berkonsultasi ke NIEC. Saya
langsung berkonsultasi ke NIEC dengan keluarga dan melewati setiap prosesnya dimulai
dari pendaftaran, pemberkasan, hingga visa. Penantian saya berbuah manis, visa saya
diterima dan hal tersebut menjadi kegembiraan tersendiri untuk saya. Pada akhirnya
mimpi saya bisa menjadi kenyataan. Terharu dan bersyukur karena semua proses bisa
saya lewati dengan baik.

I Made Andi Purwita
Kanada

Tentang Herlina Wahyuni

SMAN 1 Gombong

Arbutus College

Memilih untuk pergi dari tempat dimana kita berasal bukanlah pilihan yang mudah. Ada masa dimana saya dihadapkan dengan dua pilihan sulit dalam hidup yakni melanjutkan pendidikan di salah satu universitas favorit di Yogyakarta yang saya dapatkan memalu seleksi tes SNMPTN atau mencoba sesuatu yang lebih besar untuk menggapai mimpi yaitu bisa belajar diluar negeri tanpa beasiswa sekalipun keuangan keluarga saya sangat terbatas. Apalagi, saya harus mengajukan permohonan visa dimana kepastian belum ada diterima atau tidak. Tapi, saya percaya semua akan baik-baik saja karena berkat Tuhan yang luar biasa dan restu orang tua yang juga bisa mengantarkan saya hingga ke titik ini. Tim NIEC, selalu membantu dan mendukung saya dari pendaftaran hingga keberangkatan ke Canada. Tanggal 8 Januari 2017 akhirnya saya berangkat ke Canada dimana ini adalah pertama kalinya bagi saya, walaupun ada beberapa kesulitan seperti dicegat oleh petugas imigrasi yang mempertanyakan wali hokum karena saat itu saya masih berusia 17 tahun tapi puji Tuhan saya bisa melewati semua itu dan kini perjalanan saya pun belum usai sampai dengan saat ini

Herlina Wahyuni
Kanada

Tentang Ni Kd Rini Gita N J

SMAN 1 Tabanan

Imagine Education

Belajar keluar negeri bukanlah opsi. Itu adalah satu satunya pilihan yang saya inginkan ketika lulus dari bangku SMA. Saya selalu ingin menguji diri sendiri seperti seberapa kuat kemampuan saya untuk bertahan hidup diluar zona nyaman. Beberapa pengalaman telah saya alami dan dapat dijadikan sebagai bayangan betapa rumitnya proses tersebut yang dimulai dari perdebatan panjang dengan ayah saya untuk mendapatkan persetujuan, permasalahan sponsor yang terjadi beberapa saat sebelum berangkat, dan koper saya yang hilang di bandara menjadi pengalaman unik yang saya alami bahkan sebelum memulai perkuliahan di luar negeri. Tapi tidak masalah, saya selalu mengangap diri saya sanagat ahli dalam bangkit dari keterpurukan. Saya membuat hamper seluruh mimpi saya dalam rencana A, tanpa memiliki rencana B. Hanya focus pada A. Memang terkadang semua tidak berjalan seperti yang kita harapkan dengan situasi yang tak dapat diprediksi. Tapi apakah kita harus memiliki rencana B? Bukankah keinginan kita harus ditempatkan pada posisi pertama?

                Jadi kesimpulannya adalah, buat segala sesuatu yang kalian sebut dengan rencana menjadi sebuah tujuan. Maka kamu tidak perlu merubah dimana tempat yang kamu inginkan atau akan menjadi apa dirimu kelak. Sesuaikan dirimu sembari berjalan, selesaikan setiap masalah dan kejar setiap keinginanmu.

Ni Kd Rini Gita
Australia

Tentang Narendra Widi Winayaka

SMAK Soverdi Tuban

Boxhill Institute

Saya memilih untuk bersekolah di luar negeri karena saya ingin meningkatkan diri menjadi orang yang sukses dan belajar hidup mandiri. Proses visa berjalan dengan lancar atas bantuan NIEC. Pada hari pertama sekolah saya harus benar benar beradaptasi karena tidak ada teman yang berasal dari Indonesia pada saat itu, namun saya percaya dengan diri saya sendiri hingga akhirnya saya memiliki banyak teman dari berbagai negara. Saya juga banyak belajar dari mereka tentang budaya dan juga Bahasa.

Pekerjaan pertama saya di Australia adalah bekerja sebagai pembantu koki di restaurant Indonesia setelah berjuang selama 1 bulan 3 hari mencari pekerjaan. Saya belajar banyak dari pekerjaan ini seperti bagaimana memotong daging, bagaimana memasak dan belajar mengerti semua prosedur di dapur dan menjaga dapur tetap bersih. Dengan pengalaman itu, ketika memulai jurusan patisserie saya sudah mengerti dasar dasar bagaimana menjadi seorang chef. Saya terus belajar di Boxhill Institute untuk mendapatkan posisi yang tinggi di industry perhotelan

Akhirnya semua kerja keras saya terbayar karena saya mendapatkan pekerjaan sebagai Sous Chef di Australia sampai sekarang. Berdasarkan cerita saya tersebut yang dapat saya tekankan adalah percaya pada diri sendiri bahwa kamu bisa, berdoa, kuat seperti tembok raksasa cina, dan selalu siap untuk tantangan baru.

 

Narendra Widi Winayaka
Australia

Tentang Abdulrahman Rasyid

SMAN 1 Tanjungpinang

Melbourne Polytechnic

Saya ingin belajar di luar negeri khususnya di Melbourne karena Melbourne adalah salah satu kota yang sangat nyaman untuk ditempati dan saya penasaran dengan budayanya. 3 hari sesampainya di Melbourne saya bekerja di di restaurant india hanya bertahan selama 2 hari kemudian saya keluar dari sana karena penjualan mereka tidak bagus, jadi mereka tidak membayar gaji saya. Setelah itu saya bertemu dengan student NIEC yang memberikan saya pekerjaan yang lebih baik dari pekerjaan sebelumnya. Student NIEC sangat banyak di setiap kota sehingga memudahkan saya dalam menangani berbagai masalah karena mereka tak sungkan untuk membantu

Abdulrahman Rasyid
Australia

Bingung memilih Negara atau Kampus tujuan

Jangan ragu untuk menghubungi kami karena konsultasi dengan kami gratis
Daftar Konsultasi Gratis

Stay Connected

Get Lastest Information

Australia

ECU

Griffith University

Imagine Education

ICHM

JTI

Melbourne Polytechnic

Strathfield College

TAFE NSW

TAFE WA

The Hotel School

SCU

Strathfield College

 

1
×
Hi, Terima Kasih telah berkunjung di website kami
Ada yang bisa NIEC bantu