Indonesia VS Australia: Beda Budaya Dua Negara

Indonesia vs Australia-01

Meskipun letak geografis Indonesia dan Australia bisa dikatakan cukup dekat, terdapat banyak perbedaan antara dua negara ini. Mulai dari cuaca, iklim, kuliner, budaya hingga gaya hidup. Pada dasarnya, Indonesia dan Australia sebenarnya memiliki kemiripan di mana keduanya sama-sama dibentuk dari peleburan berbagai macam adat budaya yang ada di dalamnya. Bercampurnya berbagai macam budaya inilah yang menimbulkan sebuah mega budaya pada masing-masing negara ini. Perbedaan mendasar antara Indonesia dan Australia dalam hal budaya terdapat pada beberapa hal di bawah ini.

 

1. Waktu

Masyarakat Indonesia sudah terbiasa dengan ‘fleksibilitas’ waktu. Kegiatan yang dijadwalkan pukul 9 pagi biasa dimulai pada pukul 9.30, bahkan pukul 10, bahkan kadang-kadang lebih dari itu. Dengan demikian jam berakhirnya pun biasanya mundur dari waktu yang sudah ditetapkan sebelumnya. ‘Fleksibilitas’ waktu ini akan sulit ditemukan di Australia. Masyarakat Australia memandang waktu harus dimanfaatkan dengan sangat efisien. Jam mulai dan jam berakhirnya suatu kegiatan haruslah sesuai dengan yang sudah dijadwalkan. Hal ini menunjukkan bagaimana masyarakat Australia menghargai waktu dan menghargai komitmen yang sudah ditetapkan.

Dalam kaitannya pada efisiensi waktu, masyarakat Australia akan berusaha semaksimal mungkin untuk tidak membicarakan/melakukan aktivitas lain yang tidak ada kaitannya dengan kegiatan yang sedang berlangsung. Biasanya orang-orang Australia menitikberatkan pada hal-hal yang penting saja dan berusaha agar sebuah kegiatan tidak melenceng dari tujuan. Jika dibandingkan dengan Indonesia, warga Indonesia sering melakukan pembicaraan basa basi sebelum melakukan ataupun di tengah kegiatan sedang berlangsung. Biasanya dalam basa basi ini sering disertai canda gurau oleh pesertanya. Hal ini sangat baik untuk menjaga intimasi di antara peserta kegiatan tersebut. Namun demikian, hal ini akan membuat kegiatan yang sedang berlangsung tidak efektif dalam mencapai tujuannya

2. Informalitas

Dalam beberapa konteks kerja di Australia, seorang karyawan tidak diharuskan untuk memanggil bos/atasannya dengan sebutan Bapak/Ibu. Si karyawan cukup memanggil bos/atasan mereka dengan nama depan saja. Hal ini berbeda di Indonesia karena memang orang Indonesia memandang bahwa kesopan santunan dalam berbahasa sangat perlu tidak hanya dalam konteks kerja, namun di dalam setiap konteks. Masyarakat Indonesia diajarkan untuk memanggil orang yang lebih tua dengan sebutan Bapak/Ibu atau Mas/Mbak. Sedangkan di Australia sangatlah lumrah jika seorang remaja memanggil tetangganya yang lebih tua darinya dengan nama depannya.

3. Pendidikan

Perbedaan dalam hal sistem pendidikan antara Indonesia dan Australia juga salah satu hal yang menjadi perhatian. Ujian Semester, Ujian Sekolah hingga Ujian Nasional di Indonesia merupakan penentu naik/tidaknya atau lulus/tidaknya seorang siswa. Hal ini berbeda dengan di Australia di mana ujian semester yang diikuti oleh para siswanya bukanlah penentu kelulusan. Mereka akan tetap naik/lulus terlepas dari nilai yang mereka dapatkan dalam ujian.

Perbedaan yang mencolok lainnya adalah sedikitnya Pekerjaan Rumah (PR) di Australia. Para guru berusaha agar semua tugas ataupun pekerjaan sekolah bisa diselesaikan di sekolah tanpa harus dibawa pulang. Dengan demikian anak-anak dan remaja memiliki waktu lebih banyak untuk beristirahat ataupun bermain.